Kota Mojokerto resmi dibentuk sebagai Kota Kecil pada 14 Agustus 1950 berdasarkan Undang-Undang No.17 Tahun 1950. Presiden pertama RI, Soekarno, tinggal dan bersekolah di Mojokerto dari tahun 1908 hingga 1916.
Beberapa kesenian tradisional Mojokerto yang masih lestari antara lain Bantengan (tari banteng mistis) dan Ludruk (teater rakyat), serta pertunjukan Wayang Kulit gagrag Mojokerto.
Kota Mojokerto terletak di Provinsi Jawa Timur, sekitar 50 km barat daya Kota Surabaya. Luas Kota Mojokerto hanya 20,48 km², menjadikannya salah satu kota terkecil di Indonesia dengan penduduk sekitar 141–142 ribu jiwa.
Mojokerto dikenal sebagai Kota Sepatu. Banyak UMKM sepatu di kota ini (terdata 216 IKM alas kaki) dan terdapat Pusat Grosir Sepatu yang menjual produk lokal.
Mojotirto Festival adalah agenda tahunan Kota Mojokerto untuk memeringati Hari Air Sedunia. Festival ini termasuk ritual tradisional Larung Tirta Amerta dan Umbul Dungo.
Beberapa bangunan sekolah kuno di Mojokerto kini menjadi cagar budaya. Contohnya SDN Purwotengah (dulunya sekolah "Ongko Loro") dan SMP Negeri 2 (dulunya ELS), yang pernah menjadi tempat Soekarno bersekolah.